PENUAAN adalah proses alamiah. Namun, kenyataannya penuaan tetap menjadi momok bagi kaum hawa. Pencegahan sejak dini adalah salah satu alternatifnya.
Cantik merupakan impian setiap wanita dan tua menjadi momok yang menakutkan bagi pasangan kaum adam ini. Tidak cukup dengan perawatan sendiri, kalangan wanita yang menginginkan penampilan terbaik rela menyambangi salon-salon dan dokter kulit.
Bahkan, ahli perawatan kulit obat-obat herbal juga tidak luput didatangi dengan tujuan untuk membantu mereka mendapatkan penampilan diri maksimal.
"Kulit menua, kendur, dan berkerut itu relatif. Namun, tidak semua orang ingin kulitnya kelihatan menua,kendur, berkerut atau kerutannya tidak bisa dihilangkan. Bagi wanita, hal itu dilihat sebagai masalah," kata dokter spesialis kulit dari ERHA Clinic Kemanggisan Dr Tridia Sudirga, Sp KK.
Berdasarkan penelitian, menginjak usia 75 tahun semua orang memiliki kerut di seluruh wajah. Tidak hanya di wajah, kerutan itu juga menyerang seluruh tubuh, yang dibarengi dengan kulit yang menjadi kendur. Bagian tubuh yang paling menunjukkan bukti penuaan adalah tangan dan leher.
Sekadar diketahui, usaha untuk menghilangkan kerut, kendur, dan flek sudah dilakukan bertahun-tahun lalu. Pada 1700 sebelum masehi (SM), di Papyrus, Mesir, orang-orang sudah berusaha dan mencatat bagaimana membuat kosmetik yang berfungsi mencegah dan menghilangkan kerut, kendur, dan jenis penuaan lainnya dengan buah Hemayet.
Kemudian pada 300 SM, Cleopatra membuat buku cara awet muda. Pada saat itu pun, nenek moyang negeri ini juga sudah membuat lulur dan bedak dingin.
Di abad ke-20, ilmu kedokteran Barat mulai berkembang pesat dengan mengeluarkan banyak obat-obatan untuk mengatasi dan meminimalisasi tanda-tanda penuaan. Usaha untuk mengatasi dan meminimalisasi masalah penuan dini itu pun semakin berkembang karena usia harapan hidup saat ini lebih panjang, antara 60?70 tahun.
"Jadi anak-anak yang hidup di abad 20 usia harapan hidupnya lebih panjang. Mereka pun tidak mau kulitnya bagus hanya sampai usia 40 tahun kemudian menjadi jelek. Alasan lainnya, saat ini, penampilan yang baik dan awet muda sudah menjadi kebutuhan. Lagi pula, sekarang sudah banyak kosmetik dan obat-obatan untuk mencegah penuaan dan meremajakan kulit," paparnya.
Pada dasarnya, menurut Tridia, gejala penuaan umumnya terjadi di atas usia 25 tahun dengan tanda kerut halus pada saat bercakap-cakap atau berekspresi, yang biasanya terlihat di sudut mata.
Sementara itu, dia melanjutkan, di atas 30 tahun, kerutan sudah terlihat meski diam. Usia 35 tahun, flek-flek mulai muncul dan menginjak usia 40 tahun, kulit sudah mengendur dan turun.
Jadi, saran dia, jangan melakukan perawatan ketika kerut-kerut sudah muncul atau kulit sudah kendur. Pasalnya, sudah terlambat karena semua makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan pasti akan tua.
"Perawatan sejak dini itu perlu. Selain itu, menjaga kesehatan tubuh itu penting karena kesehatan kulit tidak terpisah dengan kesehatan tubuh," ujarnya. Untuk itulah belakangan muncul perawatan kecantikan untuk menangkal penuaan yang populer disebut antiaging.
Lebih luas dari makna kecantikan rawagi, ilmu kedokteran anti-aging mengedepankan peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang pada usia matang. Ilmu kedokteran antiaging merupakan paradigma ilmu kedokteran yang bersifat holistik, mengutamakan pencegahan penyakit dalam.
Bersifat proaktif, holistik, serta meningkatkan kualitas hidup dengan sendirinya berupaya memperpanjang kuantitas hidup manusia dalam keadaan sehat. Sehingga masa tua diharapkan dalam keadaan produktif, sehat, dan gembira.
"Intinya, kita memperlambat proses penuaan dan meremajakan kondisi kesehatan, dengan sendirinya kecantikan akan terpancar jika kondisi tubuh sehat," tutur dr Deby Vinski, President Indonesian Institute ofAesthetics & Anti-Aging Medicine (IIAAAM).
Di Klinik Perfect Beauty milik dr Deby Vinski,pasien bisa mengetahui munculnya gejala efisiensi hormon melalui Computer Anti Aging Touch Screen (CAATS). Dengan metode tanya jawab secara komputerisasi,dr Deby bisa mendeteksi keluhan sejak dini.
"Memanfaatkan teknologi modern berupa layar sentuh komputer LCD seperti yang lazim digunakan pada beberapa bank atau bandara internasional, hanya kali ini penggunaannya bermanfaat pada kesehatan dan kecantikan, untuk mempermudah penegakan diagnosis, follow up atau memantau perkembangan terapi antiaging dan menghindari tindakan operasi yang tak perlu atau tak perlu diulangi jika masalah dasar telah teratasi," beber dr Deby.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar