Rabu, 03 Juni 2009

Lawan Penuaan dengan Oksigen


PROSES penuaan bukan berarti tidak bisa dicegah. Salah satunya untuk tetap tampil muda lewat terapi oksigen. Bagaimana caranya?


Melihat kerut-kerut bermunculan di ujung mata, bibir, juga dahi, bisa menimbulkan kepanikan tersendiri bagi wanita. Kerut hanya berarti satu hal, garis-garis penuaan mulai bermunculan. Berbagai upaya pun dilakukan, seperti mengoleskan berbagai krim antikerut hingga melakukan terapi botox agar kulit wajah senantiasa kencang. Bebas kerut.

Tapi apakah hal itu berarti tubuh terbebas dari penuaan? Jawabannya tidak. Tubuh pun memiliki siklus tersendiri. Ketika usia bertambah, beberapa hormon berkurang kadarnya. Begitu juga dengan kolagen yang bertanggung jawab terhadap elastisitas kulit. Tapi kini, polusi udara, stres, dan juga pola hidup yang tidak sehat bisa mempercepat terjadinya penuaan pada tubuh, istilahnya penuaan dini.

Bila dulu kerut pertama baru terlihat saat usia mencapai separuh baya, sekarang wanita berusia thirty something pun sudah memilikinya. Karenanya tidak heran bila wanita semakin gencar melawan penuaan. Segala hal yang berbau anti-aging laku keras di pasaran.

Dr Anita dari Anita Salon mengatakan, problem penuaan kini sudah menjadi masalah yang dialami perempuan muda, terutama yang hidup di daerah perkotaan. Permasalahan itu semakin diperparah dengan gaya hidup tidak sehat yang tanpa sadar dilakukan perempuan-perempuan urban.

Overstressed, menjadi keluhan umum para wanita modern, yang justru semakin memperparah problem penuaan dini. Hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap kecantikan, tapi juga kesehatan secara keseluruhan.

Penuaan memang tidak bisa dihindari, tapi bukan berarti tidak bisa dicegah. Salah satunya dengan menjalankan pola hidup sehat, jauh dari stres. Namun, bagi yang menginginkan cara instan, terdapat beberapa terapi yang bisa dilakukan, seperti halnya terapi oksigen dan masker emas yang terbukti membuat penampilan terlihat lebih segar dan muda.

"Penuaan itu sangat jelas terlihat pada wajah," ungkap dr Anita. Dia mengatakan, kulit yang mulai berkerut, kering, dan kusam turut menyertai proses penuaan tersebut. Untuk mencegahnya, tentulah harus dilakukan perawatan secara intensif dan kontinu. Tapi, perawatan di rumah saja tidak cukup.

"Treatment yang dilakukan di rumah itu sifatnya di permukaan saja, sementara di klinik lebih menyeluruh dan tepat sasaran," lanjut dokter cantik ini. Dia menyebutkan, terapi oksigen sebagai salah satu alternatif yang digemari karena hasilnya langsung terlihat.

"Dalam terapi ini kita memasukkan oksigen murni yang sangat efektif memperbaiki sel-sel kulit mati, sehingga kulit wajah terlihat lebih segar, muda, kencang, dan berseri," terangnya. Dr Anita menjelaskan, secara umum, tubuh membutuhkan oksigen untuk bermetabolisme. Tidak terkecuali wajah.

"Kristal mikro yang mengandung oksigen murni ini berfungsi memperbaiki jaringan kulit sekaligus meningkatkan fungsi kulit secara maksimal. Terapi ini juga bagus untuk memperbaiki peredaran darah di arteri, vena, dan getah bening," papar wanita asal Surabaya ini.

Dia menjelaskan, terapi ini berlangsung selama dua jam dengan beberapa tahapan. Pertama, dilakukan totok wajah yang berfungsi untuk relaksasi sekaligus memperlancar peredaran darah.

Tahap kedua dilakukan terapi oksigen, yang memiliki empat langkah tersendiri, yakni oxygenated microdermabration, semprotan oksigen, lalu suntikan oksigen dan vitamin yang juga berfungsi mencerahkan kulit. Kemudian, terapis akan memasangkan masker emas berkolagen dibarengi dengan penghirupan oksigen.

"Tahapan-tahapan tersebut juga berpengaruh terhadap kesehatan, karena bisa membantu mengurangi kelelahan juga stres akut. Sementara masker emas dan kolagen terbukti sejak lama memiliki khasiat kecantikan dan kesehatan. Salah satunya membuat kulit terlihat lebih bersinar dan awet muda," terang dr Anita. Terapi ini ditawarkan dengan harga Rp425.000.


Pencegahan Dimulai sejak Dini


PENUAAN adalah proses alamiah. Namun, kenyataannya penuaan tetap menjadi momok bagi kaum hawa. Pencegahan sejak dini adalah salah satu alternatifnya.


Cantik merupakan impian setiap wanita dan tua menjadi momok yang menakutkan bagi pasangan kaum adam ini. Tidak cukup dengan perawatan sendiri, kalangan wanita yang menginginkan penampilan terbaik rela menyambangi salon-salon dan dokter kulit.

Bahkan, ahli perawatan kulit obat-obat herbal juga tidak luput didatangi dengan tujuan untuk membantu mereka mendapatkan penampilan diri maksimal.

"Kulit menua, kendur, dan berkerut itu relatif. Namun, tidak semua orang ingin kulitnya kelihatan menua,kendur, berkerut atau kerutannya tidak bisa dihilangkan. Bagi wanita, hal itu dilihat sebagai masalah," kata dokter spesialis kulit dari ERHA Clinic Kemanggisan Dr Tridia Sudirga, Sp KK.

Berdasarkan penelitian, menginjak usia 75 tahun semua orang memiliki kerut di seluruh wajah. Tidak hanya di wajah, kerutan itu juga menyerang seluruh tubuh, yang dibarengi dengan kulit yang menjadi kendur. Bagian tubuh yang paling menunjukkan bukti penuaan adalah tangan dan leher.

Sekadar diketahui, usaha untuk menghilangkan kerut, kendur, dan flek sudah dilakukan bertahun-tahun lalu. Pada 1700 sebelum masehi (SM), di Papyrus, Mesir, orang-orang sudah berusaha dan mencatat bagaimana membuat kosmetik yang berfungsi mencegah dan menghilangkan kerut, kendur, dan jenis penuaan lainnya dengan buah Hemayet.

Kemudian pada 300 SM, Cleopatra membuat buku cara awet muda. Pada saat itu pun, nenek moyang negeri ini juga sudah membuat lulur dan bedak dingin.

Di abad ke-20, ilmu kedokteran Barat mulai berkembang pesat dengan mengeluarkan banyak obat-obatan untuk mengatasi dan meminimalisasi tanda-tanda penuaan. Usaha untuk mengatasi dan meminimalisasi masalah penuan dini itu pun semakin berkembang karena usia harapan hidup saat ini lebih panjang, antara 60?70 tahun.

"Jadi anak-anak yang hidup di abad 20 usia harapan hidupnya lebih panjang. Mereka pun tidak mau kulitnya bagus hanya sampai usia 40 tahun kemudian menjadi jelek. Alasan lainnya, saat ini, penampilan yang baik dan awet muda sudah menjadi kebutuhan. Lagi pula, sekarang sudah banyak kosmetik dan obat-obatan untuk mencegah penuaan dan meremajakan kulit," paparnya.

Pada dasarnya, menurut Tridia, gejala penuaan umumnya terjadi di atas usia 25 tahun dengan tanda kerut halus pada saat bercakap-cakap atau berekspresi, yang biasanya terlihat di sudut mata.

Sementara itu, dia melanjutkan, di atas 30 tahun, kerutan sudah terlihat meski diam. Usia 35 tahun, flek-flek mulai muncul dan menginjak usia 40 tahun, kulit sudah mengendur dan turun.

Jadi, saran dia, jangan melakukan perawatan ketika kerut-kerut sudah muncul atau kulit sudah kendur. Pasalnya, sudah terlambat karena semua makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan pasti akan tua.

"Perawatan sejak dini itu perlu. Selain itu, menjaga kesehatan tubuh itu penting karena kesehatan kulit tidak terpisah dengan kesehatan tubuh," ujarnya. Untuk itulah belakangan muncul perawatan kecantikan untuk menangkal penuaan yang populer disebut antiaging.

Lebih luas dari makna kecantikan rawagi, ilmu kedokteran anti-aging mengedepankan peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang pada usia matang. Ilmu kedokteran antiaging merupakan paradigma ilmu kedokteran yang bersifat holistik, mengutamakan pencegahan penyakit dalam.

Bersifat proaktif, holistik, serta meningkatkan kualitas hidup dengan sendirinya berupaya memperpanjang kuantitas hidup manusia dalam keadaan sehat. Sehingga masa tua diharapkan dalam keadaan produktif, sehat, dan gembira.

"Intinya, kita memperlambat proses penuaan dan meremajakan kondisi kesehatan, dengan sendirinya kecantikan akan terpancar jika kondisi tubuh sehat," tutur dr Deby Vinski, President Indonesian Institute ofAesthetics & Anti-Aging Medicine (IIAAAM).

Di Klinik Perfect Beauty milik dr Deby Vinski,pasien bisa mengetahui munculnya gejala efisiensi hormon melalui Computer Anti Aging Touch Screen (CAATS). Dengan metode tanya jawab secara komputerisasi,dr Deby bisa mendeteksi keluhan sejak dini.

"Memanfaatkan teknologi modern berupa layar sentuh komputer LCD seperti yang lazim digunakan pada beberapa bank atau bandara internasional, hanya kali ini penggunaannya bermanfaat pada kesehatan dan kecantikan, untuk mempermudah penegakan diagnosis, follow up atau memantau perkembangan terapi antiaging dan menghindari tindakan operasi yang tak perlu atau tak perlu diulangi jika masalah dasar telah teratasi," beber dr Deby.

Cegah Keriput dengan Cara Alami

MASALAH penuaan pada wajah sering kali dialami wanita yang memasuki usia paruh baya. Biasanya kulit wajahnya berubah tidak segar dan muncul keriput di sana-sini.

Untuk mengatasi hal itu, wanita pun tak jarang melakukan beragam perawatan khusus atau sekadar memakai krim wajah. Tetapi kenyataannya bukanlah manfaat yang diperoleh, melainkan wajah semakin terlihat tua.

Menurut berita yang dilansir Health24, ada beberapa tip yang bisa dilakukan wanita untuk mencegah ataupun menunda keriput secara alami, seperti:

Gunakan krim wajah

Sinar matahari pada siang hari memang mempunyai efek yang tidak bagus untuk kesehatan kulit. Namun, bukan berarti sinar matahari merupakan penyebab timbulnya keriput.

Nah, untuk mengatasi hal itu, Anda bisa menggunakan krim wajah. Hal ini bermanfaat untuk meminimalisir munculnya kanker kulit.

Konsumsi buah dan sayuran

Ingin kulit cantik dan terawat? Perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Diketahui, buah-buahan dan sayuran sangat bermanfaat untuk membuat kulit menjadi kenyal, lembut dan bisa menyembuhkan kulit dari paparan sinar matahari.

Istirahat cukup

Setiap wanita perlu beristirahat cukup agar bisa mendapatkan kulit tubuh yang segar dan kenyal. Janganlah Anda memaksakan diri untuk terus-terusan bekerja, sementara badan sudah harus beristirahat. Cobalah untuk selalu menjaga keseimbangan dalam bekerja dan beristirahat.


Krim Antikeriput dari Bisa Ular

Selalu banyak jalan menuju Roma, banyak cara pula untuk selalu tampil cantik. Proses penuaan yang jadi momok bagi wanita kini bisa ditangkal dengan sebuah krim muka antikeriput yang disinyalir berbahan dasar bisa ular Asia.

Krim muka fenomenal yang diberi nama dagang 'Planet Skincare' ini mengandung asam amino yang berasal dari bisa ular sehingga bisa menghentikan otot muka untuk mengerut dan mencegah pembentukan kerut-kerut di wajah, persis seperti cara kerja bisa ular yang bisa membekukan mangsanya setelah disengat. Dengan kandungan seperti itu, produsen Planet Skincare berani menjanjikan kulit halus memesona.

Seakan menambah ramai perbincangan, Daily Telegraph mengeluarkan nama Gwyneth Paltrow sebagai figur publik yang menjadi pengagum berat Planet Skincare karena bisa memberikan hasil sebagus injeksi botox tanpa harus bersakit-sakit disuntik.

"Krim ini bisa bekerja untuk seseorang yang tidak ingin disuntik," ujar medical director dari Harley Street Medical Skin Clinic di London, Dr. Aamer Khan yang turut meyakinkan publik akan kehebatan Planet Skincare seperti dilansir dari Ananova, Senin (13/10/2008).

Sejauh ini, krim kecantikan yang dibandrol dengan harga 60 poundsterling per botolnya tersebut sudah menjadi 'idola' di berbagai pusat perbelanjaan di London, termasuk di Selfridges, jaringan department store terkemuka seantero Inggris, walaupun mengandung kandungan yang cukup ekstrim. Dalam sehari, dilaporkan terjual 50 botol Planet Skincare.

Dengan netto 30 ml per kemasan, diprediksi krim ini cukup untuk pemakaian rutin selama sebulan. Selain berprestasi dalam bidang penjualan, pada tahun 2006 krim untuk mempercantik diri tersebut juga telah mendapat penghargaan dari Swiss Technology Award berkat kandungan aktifnya.


Mencegah Penuaan Dini dengan Energi Cahaya


SETIAP wanita selalu ingin memiliki kulit wajah yang sempurna. Bahkan sebelum usia semakin bertambah, kaum hawa selalu menjaganya agar senantiasa segar dan awet muda. Sebab faktor eksternal dan gaya hidup membuat wanita membutuhkan perlindungan dan perawatan kecantikan ekstra.

Faktor eksternal yang sering menjadi penyebab utama dari proses penuaan adalah matahari. Penuaan karena matahari dapat menyebabkan guratan halus, kerutan, penuaan pada kulit karena perubahan pigmen, pori-pori membesar, kapiler hancur dan kasar, serta berubahnya warna dan tekstur kulit yang dapat merusak kulit.

Sementara gaya hidup adalah salah satu faktor penyebab penuaan ekstrinsik. Semisal rokok tidak hanya mempercepat perusakan kolagen dan elastin, namun juga menyebabkan kulit rusak oleh radikal bebas, sehingga membuat kulit susah memperbaiki dirinya. Pola makan yang tidak sehat juga dapat menjadi faktor penunjang lainnya. Karena itu dibutuhkan diet seimbang kaya akan antioksidan dan anti inflammatori yang penting bagi kesehatan kulit.

"Proses penuaan alami adalah proses kontinyu yang biasanya dimulai pada pertengahan umur 20-an. Sebab di dalam kulit produksi kolagen menurun, dan elastin yang merupakan bagian yang dapat mengembalikan kulit ke asalnya sedikit kurang mengembang. Sel kulit mati tidak bekerja dengan cepat dan pergantian sel kulit baru menurun drastis," ucap Verena Sina, Area Manager Bella Skin Care saat ditemui okezone di hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menjawab kebutuhan tersebut, kini telah hadir produk yang mengetahui kebutuhan kulit. Salah satunya adalah DermaTech Age Defence Solution yang mengombinasikan sains dan formula. Teknologi ini menggunakan Chromotherapy dan Bio minus 3 degrees serta Dermatech Age Defence Cream untuk menghasilkan kulit muda berseri.

"Chromotherapy diartikan sebagai terapi spektrum warna yang menggunakan warna untuk menyembuhkan dan menjaga keseimbangan pikiran, raga, dan jiwa. Terapi ini hampir sama dengan akupunktur tapi tidak menggunakan suntik, melainkan memakai warna dengan penyinaran x-ray berkekuatan 480-640nm (cahaya) dengan 6 pita warna. Satu-satu warna tersebut memiliki keunggulan masing-masing untuk membantu kulit kita," terang Verena.

Lebih lanjut Verena menuturkan, jenis warna yang digunakan terdiri dari merah, biru, kuning, ungu, oranye, dan lembayung. Ketika digunakan pada kulit, warna tersebut akan menyebabkan keseimbangan, penyembuhan, kesembuhan, dan relaksasi.

"Adapun warna-warna tersebut memiliki fungsi berbeda antara yang satu dengan lainnya. Merah dapat menstimulasi sirkulasi darah, mengurangi kerutan serta guratan, dan kulit kusam sehingga tampak lebih cerah. Biru dapat menenangkan dan menyembuhkan kulit sensitif dan iritasi, menyeimbangkan produksi minyak kulit, serta membantu mengurangi jerawat," paparnya.

Ditambahkan olehnya, warna kuning dapat membentuk kolagen dan membentuk sel-sel baru. Warna ungu dapat menyeimbangkan sistem syaraf. Sementara oranye dapat mempercepat proses pengeringan baik untuk pembengkakan, jerawat, atau kondisi kulit rusak serta mengurangi pigmentasi kulit. Dan warna lembayung dapat meningkatkan kekebalan kulit serta mengurangi terlihatnya kapiler kulit yang rusak.

Teknologi ini juga, lanjut Verena, menggunakan bio minus 3 derajat dengan oksilasi micro-current untuk meningkatkan permeabilitas kulit, yang mempermudah active complex dari krim untuk masuk ke dalam kulit.

"Suhu yang dingin (3 derajat Celcius) dari alat akan membuka jaringan darah membiarkan active complex untuk masuk melalui jaringan darah dan bertahan lebih lama pada permukaan kulit. Fungsi lain dari efek micro-current ini yaitu menstimulasi otot-otot untuk mengangkat dan menjadikan kulit semakin bercahaya," jelasnya.

Pada tahap akhir ialah memakai Dermatech Age Defence Cream yang dirancang untuk merawat problem universal kulit, yaitu penuaan. Dengan menggunakan krim yang mengandung 2 spesific complex, DSBC (Dymethyl Silanediol Salycilate), dan biowhite, ampuh melindungi dan meremajakan sel kulit.

Adapun kandungan dalam active complex terdiri dari ekstrak mulberry, kaya akan anti-oksidan yang dapat menghambat tyrosinase yang ampuh menghambat noda kecokelatan, kulit menua, dan perubahan warna kulit. Ekstrak blackberry berfungsi untuk mencegah pecahnya kolagen dan elastin matrik yang berakibat hilangnya kekencangan kulit dan elastisitas. Sedangkan stawberry begonia kaya akan arbutin, komponen untuk pemutih kulit.

Dilengkapi alat yang berbentuk seperti gelas dan mesin seperti layar monitor, saat Anda melakukan perawatan ini dapat merogoh kocek Rp2.000.000 per sekali kunjungan. Bagaimana, tertarik?